Banjir parah di pulau Sumatera telah merusak 4.518 sekolah, mengganggu pembelajaran bagi lebih dari 657.000 anak, terutama di Sumatera Utara. Ruang kelas mereka rusak dan tidak dapat digunakan, memaksa siswa untuk tidak bersekolah selama berbulan-bulan.
Saat sekolah hancur, anak-anak tidak hanya kehilangan bangunan—mereka juga kehilangan rutinitas, stabilitas, dan kesempatan untuk terus belajar.
*Source: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pertengahan Februari 2026