Selama tiga dekade, Yayasan Pendidikan YASPI menjadi tempat belajar bagi keluarga pekerja di kawasan Semper Barat, Jakarta Utara. Namun, usia bangunan yang terus bertambah, paparan cuaca pesisir, dan genangan air yang berulang membuat fasilitas sekolah mengalami kerusakan serius. Pintu kelas yang lapuk, lantai retak, hingga saluran sanitasi yang sering tersumbat sempat menjadi kendala harian bagi 670 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Dampak paling signifikan dirasakan saat banjir besar pada periode 2020 hingga 2021. Air merendam ruang kelas, merusak buku-buku pelajaran di ruang guru, dan memaksa kegiatan belajar dialihkan ke metode jarak jauh (PJJ) selama sepekan. Masalah sanitasi juga membutuhkan perhatian ekstra. Karena kendala biaya untuk renovasi menyeluruh, sekolah harus rutin melakukan pengurasan tangki septik hingga dua kali setahun agar toilet yang rusak dan berbau dapat tetap difungsikan seadanya.
“Saat hujan deras turun, kami selalu cemas jika buku-buku pelajaran basah dan ruang kelas tidak bisa digunakan,” tutur Rizal Efendi, M.Pd., Kepala Sekolah YASPI.
“Meskipun pengurasan tangki septik rutin dilakukan, air tetap sering meluap. Cukup sulit menjaga fokus belajar siswa dalam kondisi tersebut.”

Pembenahan Total Fasilitas Sekolah
Perubahan signifikan dimulai pada 23 Juli 2026. Bekerja sama dengan CMA CGM Foundation, Happy Hearts Indonesia (HHI) resmi meresmikan hasil renovasi sekolah YASPI. Ini merupakan sekolah ketiga yang berhasil diperbaiki melalui kemitraan kedua lembaga sejak tahun 2024.
Kerjasama ini mencakup serangkaian pembaruan pada fasilitas:

“Setiap anak berhak belajar di lingkungan yang aman dan mendukung, di mana mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk mencapai cita-cita mereka,” ujar Sylvia Beiwinkler, Sekretaris Jenderal Happy Hearts Indonesia.
“Kerja sama kami dengan CMA CGM Foundation bertujuan memberikan fasilitas yang memadai agar para siswa dapat berkembang dengan baik.”
“Melalui renovasi sekolah ketiga ini, kami bersyukur dapat menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi hampir 700 anak,” tambah Ikram Ghazali, General Manager CMA CGM Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.”
Perubahan Suasana Belajar
Pembaruan fasilitas ini langsung mempermudah aktivitas belajar harian di sekolah. Ruang kelas yang sebelumnya lembap kini menjadi area belajar yang terang, bersih, dan memadai.
“Sebelumnya toilet kotor dan berbau, lantai kelas kami juga banyak yang rusak,” ujar Nova Arsya, siswa kelas 9 SMP YASPI.
“Sekarang kondisinya bersih dan nyaman. Perpustakaan kontainer baru juga nyaman karena ber-AC. Koleksi buku novel menjadi hal pertama yang saya cari. Orang tua saya juga merasa tenang dan senang melihat kondisi sekolah yang baru.”

Dampak Jangka Panjang
Selain pembangunan fisik, HHI memberikan pendampingan selama tiga tahun bagi para guru dan pengurus sekolah terkait manajemen keuangan serta tata kelola organisasi. Staf dari CMA CGM juga berpartisipasi aktif sebagai sukarelawan dalam berbagai kegiatan sekolah.
- 670 Siswa kini belajar di ruang kelas yang aman dan bebas banjir, didukung 15 toilet bersih serta sarana belajar yang memadai.
- 46 Guru & Staf memiliki ruang kerja yang lebih fungsional, fasilitas laptop, serta akses laboratorium komputer untuk penyiapan materi ajar dan ujian.
- 1.500+ Siswa & 6.000+ Warga di Jakarta dan Surabaya telah menerima manfaat dari program kolaborasi HHI dan CMA CGM (meliputi SMP Tri Guna Bhakti, SMP Bina Karya, YASPI, dan MTs El Nur Kasysyaf yang sedang berjalan).
Kini, saat cuaca mendung di wilayah Semper Barat, kegiatan belajar di YASPI tetap dapat berlangsung dengan baik. Saluran air berfungsi lancar, materi pembelajaran tersimpan aman, dan 670 siswa dapat fokus mengikuti proses pembelajaran setiap hari.




















