blog post —

Bersatu untuk Perubahan: Memperkuat Komunitas, Satu Sekolah dalam Satu Waktu

IMG20240429083322

Pada Hari Solidaritas Manusia Internasional ini, mari kita menghidupkan kembali persatuan dan keberagaman di dalam hati kita. Kita merayakan salah satu hari terpenting dalam sejarah umat manusia dimana Deklarasi Milenium diakui sebagai salah satu nilai fundamental hubungan internasional di abad ke-21, di mana mereka yang menderita atau menerima manfaat paling sedikit layak mendapatkan bantuan dari mereka yang mendapat manfaat paling besar.

Hal ini menyalakan semangat untuk mempromosikan budaya solidaritas dan semangat berbagi. Dalam konteks globalisasi, ketimpangan semakin meningkat, sehingga memperkuat solidaritas internasional menjadi sangat penting. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, solidaritas adalah dasar dari lahirnya organisasi ini. PBB bergantung pada “kerjasama dalam menyelesaikan masalah internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, atau kemanusiaan” yang pada 22 Desember 2005, resolusi nomor 60/209 menetapkan solidaritas sebagai nilai fundamental.

Dalam dunia pendidikan, solidaritas lebih dari sekadar konsep, ia adalah tindakan yang membangun jembatan. Di daerah pedesaan Indonesia, anak-anak sering menghadapi berbagai rintangan dalam mendapatkan pendidikan – struktur sekolah yang tidak aman, kurangnya akses air bersih, dan kekurangan bahan belajar. Tantangan ini mungkin tampak besar, tetapi melalui aksi kolektif, rintangan ini berubah menjadi peluang untuk pertumbuhan dan transformasi.

Happy Hearts Indonesia telah menunjukkan bahwa perubahan terjadi ketika orang bersatu. Dengan menyatukan sumber daya, keahlian, dan kasih sayang, kami telah berhasil membangun kembali lebih dari 366 sekolah, 29 perpustakaan, 8 akses air bersih, dan memberdayakan lebih dari 1.700 guru. Setiap proyek mencerminkan semangat solidaritas, menunjukkan bagaimana setiap kontribusi, besar atau kecil, dapat memberikan dampak yang bertahan lama.

SDN 7 Jenggala adalah bukti bahwa solidaritas adalah kunci kesuksesan. Terletak di atas bukit yang dikelilingi jurang, sekolah ini dilanda gempa bumi hebat pada tahun 2018. Enam tahun kemudian, sekolah tersebut belum direnovasi karena akses yang sulit dijangkau. Namun, pada tahun 2024, Happy Hearts Indonesia bekerja sama dengan Classroom of Hope berupaya mencapai sekolah ini dan bekerja sama dengan komunitas lokal untuk merenovasi sekolah tersebut.

Dina, seorang siswa di sana, berbagi kegembiraannya tentang proyek ini, “Sekarang, kami tidak perlu lagi belajar di teras kelas atau di bangunan perpustakaan yang rusak, kami sangat bahagia.” Oleh karena itu, kami percaya bahwa transformasi ini bukan hanya tentang bangunan baru – ini tentang memberdayakan anak-anak dan keluarga untuk percaya pada masa depan yang lebih cerah. Hari Solidaritas Manusia Internasional mengingatkan kita bahwa tantangan global membutuhkan solusi kolaboratif. Setiap orang memiliki kekuatan untuk berkontribusi, tidak peduli seberapa besar atau kecil kontribusi mereka. Mari kita bayangkan dampak yang bisa kita capai jika kita terus berdiri bersama – menciptakan perubahan yang melampaui apa yang langsung terlihat, perubahan yang akan bertahan lama.

Bersama-sama, kita tidak hanya membangun sekolah – lebih dari itu, kita membangun solidaritas, kekuatan, komunitas, dan masa depan, satu langkah dalam satu waktu.