
Beberapa bulan setelah banjir melanda Sumatra, dampaknya masih dirasakan hingga hari ini, terutama oleh anak-anak yang kehilangan ruang belajar mereka.
Per April 2026, 4.922 bangunan sekolah tercatat mengalami kerusakan di wilayah terdampak. Aceh menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan tertinggi (3.122 sekolah), diikuti Sumatra Barat (653 sekolah) dan Sumatra Utara (1.147 sekolah). Selain itu, kebutuhan akan 381 ruang kelas darurat tetap menjadi tantangan yang mendesak.
In North Sumatra, many children are still taking turns studying in emergency tents, while others attend classes in schools that remain standing. While these conditions are far from ideal, the children’s determination to attend school and continue learning every day remains strong.
In Central Tapanuli, one early childhood education center that previously used a village hall as a classroom can no longer operate due to the disaster. For the time being, teaching and learning activities are being held on the porch of one of the teachers’ homes, despite the many limitations.

Sebagai bagian dari respon pascabencana, dan sejalan dengan komitmennya untuk menyediakan akses ke pendidikan yang berkualitas, Happy Hearts Indonesia mendukung pemulihan ruang belajar di daerah-daerah yang terkena dampak. Tapanuli Tengah merupakan salah satu area fokus, di mana sebuah sekolah saat ini sedang dibangun sebagai langkah awal untuk memulihkan lingkungan belajar yang aman dan layak.
Upaya ini akan terus berlanjut dengan target pembangunan 6 sekolah di tahun 2026, agar anak-anak dapat kembali belajar dengan lebih aman dan nyaman.

Dari Kebersamaan, Dampak Terus Berlanjut
Dalam semangat kebersamaan, Happy Hearts Indonesia dengan dukungan dari Grand Hyatt Jakarta, menggelar Iftar Gathering pada 2 Maret 2026 bersama donor corporate, individu, serta para partner yang selama ini berkontribusi dalam mendukung akses pendidikan anak-anak di Indonesia.
Pada kesempatan ini, Happy Hearts Indonesia juga membagikan rencana ke depan di tahun 2026, termasuk fokus respons di Sumatra, khususnya di Tapanuli Tengah yang masih membutuhkan perhatian dan kolaborasi bersama.

Melalui momen ini, para donor dan partner merefleksikan perjalanan sepanjang 2025, di mana berbagai inisiatif telah berhasil diwujudkan, mulai dari pembangunan sekolah hingga program-program lain yang memberikan dampak nyata bagi anak-anak dan komunitas.
Komitmen untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata juga terus berlanjut, termasuk melalui campaign I AM CHANGE di Nusa Tenggara Timur.
Acara berlangsung hangat dan penuh makna, menjadi pengingat bahwa setiap dampak yang tercipta lahir dari kolaborasi, dan perjalanan ini akan terus berlanjut, bersama.
Karena setiap ruang belajar yang kembali berdiri, memastikan proses belajar tidak lagi terhenti.




















