Nusa Tenggara Timur dikenal akan keindahan wisatanya. Dari Labuan Bajo hingga Pulau Komodo, daerah ini memiliki lanskap alam yang luar biasa menakjubkan, termasuk di Kupang, ibu kota Nusa Tenggara Timur. Ada ribuan destinasi wisata yang dapat dieksplorasi dan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan — mulai dari berkemah, outbound, workshop, hingga pelatihan yang dikelilingi oleh keindahan alam.

Pariwisata adalah sumber pendapatan utama bagi masyarakat setempat, dan lebih dari itu, pariwisata telah menjadi solusi untuk membangun sekolah mandiri seperti yang dilakukan oleh PAUD Alam Manusak. Sebelumnya, PAUD Alam Manusak didirikan pada tahun 2018 untuk menyediakan pendidikan usia dini bagi anak-anak di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kupang. Awalnya, sekolah ini hanya memiliki bangunan semi-permanen yang dibangun oleh anggota masyarakat, terdiri dari satu ruang kelas untuk menampung 22 siswa.

Pada tahun 2021, Happy Hearts Indonesia dan SiCepat Express bersama-sama membangun kembali sekolah ini menjadi bangunan yang layak. Setelah pembangunan selesai, PAUD Alam Manusak kini memiliki dua ruang kelas luas yang dilengkapi dengan furnitur yang baik, mainan edukatif dalam ruangan untuk merangsang perkembangan otak anak, area bermain di luar ruangan, dan toilet yang memadai. Selain itu, kami juga mendukung mereka melalui program pengembangan sekolah selama lima tahun, pelatihan Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH), pengembangan kapasitas guru, serta pelatihan manajemen sekolah.
PAUD Alam Manusak sangat bergantung pada bantuan pendanaan operasional (BOP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Komitmen mereka untuk memberikan pendidikan gratis bagi semua siswa menghadapkan mereka pada tantangan, terutama dalam mengelola biaya operasional untuk gaji guru. Perjalanan menuju perubahan dimulai ketika pada tahun 2023, PAUD Alam Manusak menerima pelatihan Manajemen Keuangan & Kewirausahaan Sekolah (FMSE) dari Happy Hearts Indonesia.

Tak lama setelah pelatihan, sekolah ini memulai usaha pariwisata dengan menyediakan lokasi sekolah pada akhir pekan untuk kegiatan edukatif dan ekologis, seperti berkemah, workshop, pelatihan, dan outbound. Selain itu, sekolah juga membuka kafe alam yang menyediakan minuman dan kuliner lokal untuk para pengunjung yang dapat menambah pendapatan bagi sekolah. Luar biasanya, tim pengelola terdiri dari guru, anggota masyarakat, dan bahkan mahasiswa yang secara sukarela membantu mengelola bisnis tersebut.

Sejalan dengan pencapaiannya dalam mengembangkan unit usaha, PAUD Alam Manusak juga berhasil memperoleh kepercayaan dari orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sini, dan sekolah ini juga berhasil meraih akreditasi “A” dari pemerintah berkat kinerja yang baik dan perkembangan fasilitasnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Happy Hearts Indonesia karena telah menyediakan fasilitas ruang kelas yang luar biasa di PAUD Alam Manusak, yang kami gunakan setiap hari untuk belajar bersama anak-anak. Kami juga dilatih untuk mengelola biaya operasional sekolah, yang membantu kami memahami apa yang perlu kami lakukan untuk meningkatkan pendapatan sekolah. Sekarang, kami terus berusaha meningkatkan kualitas pembelajaran, fasilitas, dan hubungan dengan pihak luar untuk mendukung pendidikan di wilayah kami,” kata Yahya Aldo, Kepala PAUD Alam Manusak.

Perjalanan PAUD Alam Manusak mencerminkan kekuatan transformasi dari pendidikan yang digabungkan dengan kewirausahaan yang digerakkan oleh komunitas. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan membangun kemitraan, sekolah ini telah menjadi pusat pembelajaran dini sekaligus contoh keberlanjutan dan kemandirian di Nusa Tenggara Timur. Seiring dengan terus berkembangnya PAUD Alam Manusak, sekolah ini menjadi contoh inspiratif tentang bagaimana upaya bersama, pelatihan strategis, dan komitmen pada potensi lokal dapat mengatasi tantangan dan menyediakan peluang pendidikan yang berkelanjutan. Kisah sukses ini mengajak kita semua untuk mendukung dan percaya pada kekuatan pendidikan dalam mendorong perubahan bermakna di setiap komunitas.