Mengakses pendidikan usia dini mungkin menjadi hak istimewa bagi sebagian orang, termasuk bagi masyarakat di Mauk, Tangerang. Meski hanya berjarak 52 KM dari Jakarta, tantangan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik tetap ada. TK Daarul Khuldi didirikan pada tahun 2021 untuk menyediakan pendidikan anak usia dini bagi anak-anak di Desa Kedung Dalem. Karena sekolah ini tidak memiliki bangunan khusus untuk kegiatan belajar sehari-hari, kepala sekolah memanfaatkan teras rumahnya untuk kegiatan belajar semi-permanen.

Ruangan ini hanya terdiri dari dua kelas, masing-masing berukuran 2,5 x 3 meter yang tidak memadai untuk menampung 33 siswa. Selain itu, kegiatan belajar kadang harus dipindahkan ke ruang tamu kepala sekolah saat hujan karena atap dan plafon bocor. Pada tahun 2024 ini, Happy Hearts Indonesia dengan dukungan dari PT Lautan Luas Tbk membangun kembali sekolah dengan dua ruang kelas luas dan toilet yang layak. Selain itu, sekolah ini juga berkontribusi dalam mengurangi 5,3 ton emisi karbon dan mendaur ulang 2,2 ton sampah plastik karena menggunakan eco-brick untuk konstruksi bangunan baru.

Sebagai bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan dampak kerja kami, pada Agustus 2024, kami memperkenalkan Pelatihan Pengelolaan Sampah (Waste Management Training/WMT) yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pengelolaan sampah di sekolah. Sebelum adanya pelatihan ini, sekolah mengalami kesulitan dalam memahami pengelolaan sampah dan menghadapi beberapa masalah. Pertama, sekolah tidak memiliki jadwal pembersihan harian yang terorganisir, sehingga lingkungan tidak terjaga kebersihannya, dan kedua, sekolah tidak memiliki pemisahan sampah karena hanya memiliki satu jenis tempat sampah.
Setelah sesi pelatihan, sekolah sekarang memiliki jadwal pembersihan harian yang terorganisir, di mana guru dan siswa didorong untuk membiasakan menjaga kebersihan. Sekolah juga memperkenalkan dua jenis tempat sampah dan mulai membiasakan diri memisahkan sampah organik dan anorganik. Namun, tantangan lain muncul ketika warga setempat masih membuang sampah di depan sekolah, yang menunjukkan kurangnya kesadaran tentang pengelolaan sampah.

Oleh karena itu, Happy Hearts Indonesia, perwakilan sekolah, dan kepala unit komunitas lokal (RT & RW) membentuk kemitraan untuk mendorong warga setempat berpartisipasi dalam pengelolaan area pembuangan sampah. Setelah dialog intensif, warga berhasil diyakinkan untuk memasang pagar di sekitar area pembuangan. Komunitas juga menyediakan tempat sampah dan gerobak di area tersebut, sehingga warga lebih mudah membuang sampah dengan benar. Selain itu, setelah diberi edukasi tentang dampak kesehatan yang merugikan dari sampah yang tidak terkelola, kepala sekolah mendapatkan persetujuan dari warga untuk memberikan kontribusi bulanan sebesar Rp300.000, yang memungkinkan petugas kebersihan setempat untuk mengambil sampah setiap dua hari dalam seminggu.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Lautan Luas, HHI, dan seluruh tim atas dukungan yang tak ternilai, baik secara moral maupun material, terutama melalui pelatihan pengelolaan sampah. Terima kasih telah mempercayakan kami tanggung jawab dalam menangani masalah sampah. Sejak pelatihan, sekolah telah mampu berkolaborasi dengan masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Sekali lagi, terima kasih.” kata Huldi Firdaus, Kepala TK Daarul Khuldi.

Transformasi TK Daarul Khuldi adalah bukti kuat dari dampak kolaborasi, ketahanan, dan solusi yang digerakkan oleh masyarakat. Dengan gedung sekolah baru yang berkelanjutan, praktik pengelolaan sampah yang terstruktur, serta dukungan warga setempat, sekolah ini telah menjadi model perubahan berkelanjutan dalam pendidikan anak usia dini. Bersama PT Lautan Luas, HHI, dan anggota komunitas yang berdedikasi, kami menciptakan masa depan yang lebih bersih, sehat, dan penuh harapan bagi anak-anak di Desa Kedung Dalem. Seiring dengan terus berkembangnya TK Daarul Khuldi, sekolah ini menunjukkan bahwa tindakan kecil, jika disatukan, dapat memicu perubahan yang abadi.