Membangun Kembali 200 Sekolah di Nusa Tenggara Timur Melalui Kampanye #IamChange
200 Sekolah

Di tahun 2018, kami memulai langkah ini dengan satu impian besar: memperbaiki 200 sekolah yang tidak layak dan membahayakan anak-anak di Nusa Tenggara Timur. Waktu itu angka 200 terasa begitu jauh dan hampir mustahil untuk digapai. Delapan tahun berjalan, kami menengok kembali perjalanan panjang ini dengan rasa haru dan kebanggaan yang luar biasa. Cita-cita itu ternyata tidak hanya terwujud, tapi berhasil dilampaui. Sampai September 2026, kita bersama telah membangun dan membenahi 203 sekolah, yang kini menjadi tempat belajar aman bagi lebih dari 50.000 anak melalui 43 sekolah di Flores, 87 sekolah di Sumba, dan 73 sekolah di Timor. Bagi anak-anak di pelosok NTT, gedung sekolah bukan sekadar urusan semen dan batu bata. Itu adalah jalan paling nyata untuk memutus rantai kemiskinan yang sudah mengikat keluarga mereka selama bergenerasi.

Untuk merayakan pencapaian ini, para relawan dan donatur berangkat langsung ke Sumba Barat Daya dalam sebuah kegiatan bersama selama tiga hari. Titik singgah pertama kami adalah SD Solid, sekolah yang pernah kita bangun ulang bersama di tahun 2023. Datang kembali ke sini rasanya luar biasa. Peserta berbaur bersama siswa dan guru untuk mengecat ulang dinding kelas, lalu ikut merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-81 di halaman sekolah yang kini sudah rapi.

Grid Voluntary Indonesia

Namun, perjalanan ini juga memberi pengingat hangat bahwa perjuangan kita masih panjang.

Tidak jauh dari sana, kami mengunjungi SMP Reda Mbolo, sebuah sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Karena sekolah menengah lain jaraknya lebih dari 10 kilometer, para guru dan warga lokal akhirnya turun tangan mendirikan bangunan seadanya dari nol agar anak-anak tidak putus sekolah. Ketika dananya tidak cukup, para guru bahkan berjualan ayam bakar di luar jam mengajar hanya demi bisa membeli lembaran atap seng. Itulah potret harian pendidikan di pelosok NTT: semangat warga lokal yang tidak ada habisnya, namun terus terbentur oleh tiadanya fasilitas paling dasar.

SMP Reda Mbolo

Momen yang paling menyentuh dari seluruh perjalanan ini adalah peresmian SMP Kristen Cahaya Kasih, sekolah ke-200 yang berhasil dibenahi. Saat berdiri di tahun 2021 di Desa Langga Lero, sekolah ini lahir dari rasa terdesak. Karena tidak ada sekolah menengah di wilayah itu, anak-anak terpaksa berjalan kaki berkilometer-kilometer setiap hari. Agar anak-anak tidak memilih berhenti sekolah, para tokoh masyarakat berinisiatif membuat kelas darurat dari gubuk bambu seadanya. Hari ini, anak-anak yang sama melangkah masuk ke dalam kelas-kelas baru yang terang, kokoh, dan berfasilitas lengkap di desa mereka sendiri.

SMP Kristen Cahaya Kasih

“Membangun kembali lebih dari 200 sekolah bukan sekadar mendirikan tembok dan atap,” ungkap Sylvia Beiwinkler, Sekretaris Jenderal Happy Hearts Indonesia. “Ini tentang mengembalikan harga diri dan memberi kesempatan yang adil bagi anak-anak untuk menentukan masa depan mereka.”

Pencapaian ini pada akhirnya adalah tentang perubahan hidup manusia dalam jangka panjang, dan kisah Destriyati adalah bukti nyata dari dampak tersebut. Kembali ke tahun 2018, ia adalah satu dari 14 murid pertama di SMA Kristen Air Hidup yang harus belajar di dalam kelas bambu yang ringkih, di mana hujan deras sering menggenangi meja belajar dan krisis air bersih merenggut kenyamanan para siswi. Namun saat itu, ia dan teman-temannya menyimpan impian yang sama untuk kembali suatu hari nanti. Awal tahun ini, Destriyati menepati janji itu. Ia melangkah kembali melewati gerbang sekolah bukan lagi sebagai murid, melainkan sebagai seorang guru yang siap menuntun generasi baru di gedung yang kini telah berdiri kokoh.

Ibu Destriyati Indonesia

Bisa membangun ulang 200 sekolah bukan berarti perjalanan kita sudah usai. Ini justru jadi bukti nyata dari apa yang bisa terjadi kalau donatur, relawan, dan warga lokal saling bergandengan tangan. Babak baru sudah menanti di depan mata, menyeberangi laut menuju pulau-pulau terpencil yang sudah terlalu lama menunggu hadirnya tempat belajar yang aman.

Hari Kartini 2026

Read in English Setiap tahun, Hari Kartini mengingatkan kita bahwa perubahan sering dimulai dari satu orang yang berani dan percaya...Read More